Kamis, 25 April 2013

cerpen

Diposting oleh Unknown di 22.06

DUA KEMUDIAN EMPAT

Persahabatan itu tidak harus selalu bersama-sama.Persahabatan itu bukan dari fisik yang sempurna dan apa yang dimiliki.Persahabatan itu adalah saling dan saling.Tak ada kata yang tepat untuk mendifinisikan apa arti persahabatan sesungguhnya.Karena masing-masing persahabatan berbeda.Begitu halnya dengan pertemanan dua anak sekolah dasar.Vio dan Nandra.
***
Masa Orientasi Siwa Baru telah berlalu.Hari ini jam efektif dimulai.Sudah dapat di tebak bagaimana suasana kelas.Garing dan membosankan.Sikap masing-masing anak terlihat munafik dari sebenarnya.Pendiam dan polos.Pelajaran pagi ini dimulai dengan Bahasa Indonesia.Pelajaran perkenalan pagi ini terasa garing.Karena guru bahasa terlalu bertele-tele.Meskipun akhirnya, meminta muridnya memperkenalkan diri.
“Perkenalkan nama saya Vio Dewanta.Cukup panggil saya Vio.Saya berasal dari SDIT Ibadurrahman” seorang anak berpostur tinggi,kurus dan cantik memulai perkenalan.
“Selamat pagi,saya Adrisma Frazza,cukup panggil Dira” gadis bertubuh dempal dan manis memperkenalkan dengan datar.
“Perkenalkan nama saya Deliza Zannas ,berasal dari SDN 1 Nasional” gadis gemuk dan cantik mengakhiri dengan polos.
Pelajaran perkenalan hari ini selesai.Ditutup dengan tugas kerja kelompok yang membuat Zanna,Vio, dan Dira mengenal lebih dekat.
***
Hari efektif pertama SMPN Nusantara berakhir pukul 13.00 WIB.Seluruh murid keluar dari kelas dengan ekspresi yang berbeda.Beberapa siwa dengan seragam sekolah dasar yang sama dapat ditemui dengan mudah.Karena 30 persen siswa lulusannya yang memenuhi kuota siswa baru tahun ini.Dan notabene nya berjilbab.Siang terik itu Gadis bertubuh bongsor,hitam manis terlihat menanti seseorang di depan kelasnya dengan celingukan.Nandra namanya.Beberapa menit kemudian datang beberapa gerombolan murid berpakaian seragam SD sama menghampirinya.Mereka mengobrol asyik dengan riang.Disusul Vio yang tiba-tiba mengacaukan suasana.“Bagaimana, kelas pertama kalian? Lumayan nggak?...”
“haha, biasa banget ” beberapa dari mereka menjawab datar.
Percakapan yang hanya beberapa menit itu berakhir.Tinggalah Vio dan Nandra yang berjalan bersama dengan sedikit canda di tengah koridor , menuju parkiran sekolah.Mereka selalu pulang dan berangkat sekolah bersama meskipun jarak rumah yang berbeda.Setia dan ikhlas adalah awal dari persahabatan sesungguhnya yang mereka bangun sejak masa kanak-kanak di sekolah dasar.
***
Seiring berjalannya waktu Zanna dan Dira mengenal sosok Nandra.Mereka sering bertemu karena Vio selalu mengajaknya ke kelas 7E.Tanpa sengaja empat anak ini akrab dan berteman dengan baik.Saling mengerti satu sama lain dengan berbagai perbedaan.Jalan bersama kesuatu tempat.Terlihat selalu bersama dimanapun.Hingga datangnya beberapa  sosok remaja lelaki yang membuat mereka sedikit sibuk.Meskipun tak pernah lupa.Pertemanan itu terlihat sangat sempurna meskipun tak pernah ada kata “kita sahabat” hingga kenaikan kelas sembilan.
***
Sistem kelas moving sudah diterapkan sejak 10 tahun terakhir di sekolah.Begitupula saat kenaikan kelas sembilan.Masing-masing kelas memiliki karakter yang berbeda.Mereka berempat berpencar.Dira dikelas 9C.Vio dikelas 9G bersebelahan dengan Nandra dan Zanna dikelas 9H.Perbedaan kelas dan rutinitas kelas sembilan membuat mereka sibuk dengan urusan pribadinya.Awal semester begitu santai.Karakter dan rutinitas pun berbeda.Zanna dengan beberapa barang branditnya dan acara-acara hardcore yang membuatnya jarang berkumpul.Tetapi, masih tetap humoris dan tak pernah ada kesan nakal dalam dirinya.Dira yang sibuk dengan latihan rutin sebagai atlet voli yang sebentar lagi akan bertanding di tingkat nasional.Nandra dengan beberapa les privat dan kelabilannya terhadap pacar,permulaan gengsi terhadap barang-barang brandit dan malu bila tak tau bagaimana hardcore.Serta Vio yang sibuk mengurus ekstrakulikuler jurnalistik sekolah.Rutinitas itu tak pernah terlihat hambar, teman lelaki atau sebut saja pacar, selalu menemani dengan penuh perhatian dan kesetiaan.Satu hal yang membuat persahabatan itu tertutup dan aneh.Hanya Zanna yang tak pernah mau menjawab siapa pacarnya.Mungkin hanya beberapa yang mau ia akui sebagai pacar.Inilah permulaan dari perpecahan.Cowok.
***
Semester pertama terus berjalan.Persahabatan mereka seolah beriringan dengan banyak kegiatan tak terkecuali acara ketemuan sepulang sekolah dan kencan ala siswa SMP yang masih childish.Sempat mereka pergi bersama hanya berempat menggosipkan berita terbaru disekolah.Bergunjing tentang anak-anak populer dan aneh.Saling curhat tentang pacar masing-masing.Berita heboh yang tentunya bukan hanya mereka yang tercengang satu sekolahpun pasti kaget dan berfikir impossible.Layaknya berita-berita di koran harian atau berita tv yang seliweran .Nandra memacari Dava Pratama mantan ketua OSIS siswa kelas 9G.
***
Nandra yang awalnya tergila-gila pada Dava dan penantian yang cukup panjang, akhirnya  mendapatkan apa yang ia harapkan.Dava Pratama menjadi miliknya.Nandra menyayangi dengan tulus, berbeda dengan mantan-mantannya yang seolah hanya boneka barbie.Sikapnya terhadap Dava berlebihan.Waktu terus berjalan Nandra mulai berubah.Jarang berkumpul lagi dengan Zanna dan Dira.Seolah dunia hanya miliknya dan Dava.Meskipun Vio tetap bagian kesehariannya.Dava terlalu overprotective.Permintaannya dibatas kewajaran.Sempat meminta Nandra berhenti memakai kaos brandit, berhenti mendengarkan musik-musik hardcore bahkan memintanya untuk menjauhi Zanna secara diam-diam, meskipun hanya Vio yang tau.Namun, pada akhirnya Nandra menceritakan separuh dari apa yang dikatakan Dava kepada Zanna.Konflik mulai muncul.Zanna merasa ada hal yang aneh, diantara mereka.Ia mulai tak menyukai sikap Nandra.Curhat hanya pada Vio dan Dira.Perpecahan dimulai hanya dari saling menutupi.
***
Banyak gosip yang lalu-lalang disekolah.Tentang Nandra dan Dava.Bahkan detail hingga Zanna,Dira dan Vio terlibat.Tentu saja tidak natural semua gosip murahan anak SMP beredar.Pengadu domba sedang mengintai.Zanna mendengar apa yang sedang berlalu lalang.Perlahan ia menjaga jarak pada Nandra demi keutuhan hubungan Nandra dan Dava.Vio dan Dira tak bisa berbuat banyak.Mereka sudah menasehati Nandra dan Zanna.Nandra tak pernah egois.Dia tegar dan lebih memilih Zanna.Tapi Zanna terlanjur mengalah.Zanna mulai membenci Dava.Hingga masalah ia harus menjauhi Zanna agar tak tertular acara hardcore dan sejenisnya memuncak. Jejaring sosial menjadi saksi bisu yang sempat membuat perang dingin dengan berbagai kata frontal didalamnya.
“Ya,begini kamu Nan, ngeyelan.Sikap mu berubah” komentar yang halus tapi mengena dari Dava.
“Berubah gara-gara temenmu” lanjutnya.
“Temenku yang mana va?” Nandra menjawab dengan polos layaknya anak SD
“temenmu siapa lagi kalo bukan DELIZA ZANNAS?” komentar terakhir yang frontal meskipun tak di mention.
Awalnya semua baik-baik saja.Zanna tak pernah tau hal itu.Tapi akhirnya Vio memberi tahu tanpa sengaja.”Kamu marah sama Nandra, Za?” tanyanya polos.
“Biasa” cukup datar.”Loh, kamu enggak baca di fb?” Vio fikir Zanna sudah tahu apa yang terjadi.Ternyata Dea tak mengerti apa-apa.”Nandra ngomong apa?, Dava apa Nandra? Aku semalem enggak buka Fb.” Jawabnya bertubi-tubi.Vio gelagapan.Ia lihat lagi di Facebook.Komentar itu sudah dihapus sejak 24 jam yang lalu.”Aku lupa de.Di facebook udah dihapus.” Jawab Vio penuh ketakutan.Mereka berdebat di jalan menuju tempat futsal di daerah kota.Dan akhirnya Vio mengalah untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.Tapi ia memanipulasi sedikit agar tak semakin membuat runyam.”Kamu tenang aja, Nandra lebih milih kamu dibanding Dava”
***
Tak saling menyapa dalam satu kelas,tak pernah berkumpul bersama.Sekalipun Nandra meminta maaf berkali-kali bahkan sampai hubungannya dan Dava berakhir.”Za,aku minta maaf.Maafin Dava.Aku udah putus.Please za maafin aku” Nandra memohon dengan fakta sebenarnya.”Iya,udah aku maafin” Zanna menjawab datar.Terlihat jelas ia memaafkan tapi tak tulus.Dira hanya bisa memohon agar mereka kembali seperti dulu.Tanpa Masalah.Pertemanan mereka terus berlangsung.Nandra dan Zanna terlihat baik-baik saja meski sedikit berbeda.Tetapi,entah bagaimana tekanan batin mereka.Dira masih baik-baik saja dengan Rafa pacarnya yang tempramental.Vio dengan kegirangannya meskipun sebenarnya pahit setelah putus 2 bulan sebelum anniv dengan Abram. Nandra sempat frustasi 2 bulan menjelang UN karena dia masih memiliki rasa yang amat besar terhadap Dava.Zanna yang mulai meninggalkan acara metal,hardcorenya dan perlahan memaafkan kesalahan Nandra dengan tulus. Menjelang Ujian Nasional mereka memiliki harapan yang sama.Lulus dengan nilai yang memuaskan.Meninggalkan acara main-main dan rutin mengikuti bimbel bersama.Berharap semoga apa yang dicita-cita kan menjadi nyata.
***
Ujian Nasional tingkat SMP berjalan dengan lancar.Doa dan harapan yang terus dipanjatkan setiap hari oleh seluruh siwa kelas sembilan.Dan akhirnya jerih payah mereka terbalaskan SMPN Nusantara lulus 100% dengan nilai memuaskan.Ekspresi campur aduk yang tak dapat digambarkan lagi.Hanya syukur yang mereka ucapkan.Wisuda kelulusan telah datang.Mengembalikan anak didik kembali kepada orang tuanya.Dan perpisahan yang dipenuhi isak tangis setiap persahabatan. Setiap anak pasti memiliki tujuan masing-masing begitupula dengan empat sekawan ini.Zanna memilih SMA Harapan di kotanya.Nandra dan Dira yang pada akhirnya di terima lewat jalur PMDK di salah satu sekolah terbaik.Dan Vio yang harus meninggalkan Kabupaten Kadiri, untuk tinggal bersama Ibunya di luar kota.Ia diterima di salah satu sekolah berlabel RSBI di kota barunya secara mudah kerena NEM yang cukup.
***
Hari perpisahan telah tiba, mereka berempat benar-benar tak percaya harus saling berjauhan dengan Vio.”Vi,tetep jadi sahabat kita yaa.. jangan pernah lupa.Sering maen kesini.kalo ada masalah cerita.Kita sayang kamu.Selalu” mereka berpelukan erat.Mencium pipi kanan dan kiri meminta maaf dan berterimakasih.Vio pergi dengan berat, meninggalkan banyak hal.Keluarga neneknya,teman-temannya,seluruh kenangan bersama Abram, dan masa-masa SMP yang gila.Akhirnya mereka benar-benar harus berpisah dalam jarak yang cukup jauh dan dapat dipastikan mereka akan jarang bertemu.Entah apa yang akan terjadi di antara jarak dan waktu.Apakah masih ada kata sahabat diantara Dira,Nandra,dan Zanna tanpa Vio? . Sesungguhnya tak ada kata sahabat diantara mereka.Hanya saja mereka berkata “kita ini teman” tapi faktanya sikap mereka berempat adalah layaknya sahabat.Mereka berempat tak pernah memiliki komitmen”kita harus .....”. Komitmen mereka tertanam dalam masing-masing jiwa.Dan hanya mereka sendiri yang akan mengubah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

naila nafisa Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos