DUA KEMUDIAN EMPAT
Persahabatan itu tidak harus selalu
bersama-sama.Persahabatan itu bukan dari fisik yang sempurna dan apa yang
dimiliki.Persahabatan itu adalah saling dan saling.Tak ada kata yang tepat
untuk mendifinisikan apa arti persahabatan sesungguhnya.Karena masing-masing
persahabatan berbeda.Begitu halnya dengan pertemanan dua anak sekolah
dasar.Vio dan Nandra.
***
Masa Orientasi Siwa Baru telah
berlalu.Hari ini jam efektif dimulai.Sudah dapat di tebak bagaimana suasana
kelas.Garing dan membosankan.Sikap masing-masing anak terlihat munafik dari
sebenarnya.Pendiam dan polos.Pelajaran pagi ini dimulai dengan Bahasa
Indonesia.Pelajaran perkenalan pagi ini terasa garing.Karena guru bahasa
terlalu bertele-tele.Meskipun akhirnya, meminta muridnya memperkenalkan diri.
“Perkenalkan nama saya Vio Dewanta.Cukup panggil saya Vio.Saya berasal dari SDIT Ibadurrahman” seorang
anak berpostur tinggi,kurus dan cantik memulai perkenalan.
“Selamat pagi,saya Adrisma Frazza,cukup panggil Dira” gadis bertubuh dempal dan manis memperkenalkan
dengan datar.
“Perkenalkan nama saya Deliza Zannas ,berasal dari SDN 1 Nasional” gadis gemuk dan cantik mengakhiri dengan
polos.
Pelajaran perkenalan hari ini
selesai.Ditutup dengan tugas kerja kelompok yang membuat Zanna,Vio, dan Dira
mengenal lebih dekat.
***
Hari efektif pertama SMPN Nusantara
berakhir pukul 13.00 WIB.Seluruh murid keluar dari kelas dengan ekspresi yang
berbeda.Beberapa siwa dengan seragam sekolah dasar yang sama dapat ditemui
dengan mudah.Karena 30 persen siswa lulusannya yang memenuhi kuota siswa baru
tahun ini.Dan notabene nya berjilbab.Siang terik itu Gadis bertubuh
bongsor,hitam manis terlihat menanti seseorang di depan kelasnya dengan
celingukan.Nandra namanya.Beberapa menit kemudian datang beberapa gerombolan
murid berpakaian seragam SD sama menghampirinya.Mereka mengobrol asyik dengan
riang.Disusul Vio yang tiba-tiba mengacaukan suasana.“Bagaimana, kelas
pertama kalian? Lumayan nggak?...”
“haha, biasa banget ” beberapa dari
mereka menjawab datar.
Percakapan yang hanya beberapa
menit itu berakhir.Tinggalah Vio dan Nandra yang berjalan bersama dengan
sedikit canda di tengah koridor , menuju parkiran sekolah.Mereka selalu pulang
dan berangkat sekolah bersama meskipun jarak rumah yang berbeda.Setia dan
ikhlas adalah awal dari persahabatan sesungguhnya yang mereka bangun sejak masa
kanak-kanak di sekolah dasar.
***
Seiring berjalannya waktu Zanna dan Dira mengenal sosok Nandra.Mereka sering bertemu karena Vio selalu mengajaknya
ke kelas 7E.Tanpa sengaja empat anak ini akrab dan berteman dengan baik.Saling
mengerti satu sama lain dengan berbagai perbedaan.Jalan bersama kesuatu
tempat.Terlihat selalu bersama dimanapun.Hingga datangnya beberapa sosok remaja lelaki yang membuat mereka
sedikit sibuk.Meskipun tak pernah lupa.Pertemanan itu terlihat sangat sempurna
meskipun tak pernah ada kata “kita sahabat” hingga kenaikan kelas sembilan.
***
Sistem kelas moving sudah
diterapkan sejak 10 tahun terakhir di sekolah.Begitupula saat kenaikan kelas
sembilan.Masing-masing kelas memiliki karakter yang berbeda.Mereka berempat
berpencar.Dira dikelas 9C.Vio dikelas 9G bersebelahan dengan Nandra dan Zanna
dikelas 9H.Perbedaan kelas dan rutinitas kelas sembilan membuat mereka sibuk
dengan urusan pribadinya.Awal semester begitu santai.Karakter dan rutinitas pun
berbeda.Zanna dengan beberapa barang branditnya dan acara-acara hardcore yang membuatnya
jarang berkumpul.Tetapi, masih tetap humoris dan tak pernah ada kesan nakal
dalam dirinya.Dira yang sibuk dengan latihan rutin sebagai atlet voli yang
sebentar lagi akan bertanding di tingkat nasional.Nandra dengan beberapa les
privat dan kelabilannya terhadap pacar,permulaan gengsi terhadap barang-barang
brandit dan malu bila tak tau bagaimana hardcore.Serta Vio yang sibuk
mengurus ekstrakulikuler jurnalistik sekolah.Rutinitas itu tak pernah terlihat
hambar, teman lelaki atau sebut saja pacar, selalu menemani dengan penuh
perhatian dan kesetiaan.Satu hal yang membuat persahabatan itu tertutup dan
aneh.Hanya Zanna yang tak pernah mau menjawab siapa pacarnya.Mungkin hanya
beberapa yang mau ia akui sebagai pacar.Inilah permulaan dari perpecahan.Cowok.
***
Semester pertama terus
berjalan.Persahabatan mereka seolah beriringan dengan banyak kegiatan tak
terkecuali acara ketemuan sepulang sekolah dan kencan ala siswa SMP yang masih childish.Sempat mereka pergi bersama hanya berempat menggosipkan berita terbaru
disekolah.Bergunjing tentang anak-anak populer dan aneh.Saling curhat tentang
pacar masing-masing.Berita heboh yang tentunya bukan hanya mereka yang
tercengang satu sekolahpun pasti kaget dan berfikir impossible.Layaknya
berita-berita di koran harian atau berita tv yang seliweran .Nandra memacari Dava Pratama mantan ketua OSIS siswa kelas 9G.
***
Nandra yang awalnya tergila-gila
pada Dava dan penantian yang cukup panjang, akhirnya mendapatkan apa yang ia harapkan.Dava Pratama menjadi miliknya.Nandra menyayangi dengan tulus, berbeda dengan
mantan-mantannya yang seolah hanya boneka barbie.Sikapnya terhadap Dava berlebihan.Waktu
terus berjalan Nandra mulai berubah.Jarang berkumpul lagi dengan Zanna dan Dira.Seolah dunia hanya miliknya dan Dava.Meskipun Vio tetap bagian
kesehariannya.Dava terlalu overprotective.Permintaannya dibatas kewajaran.Sempat
meminta Nandra berhenti memakai kaos brandit, berhenti mendengarkan musik-musik
hardcore bahkan memintanya untuk menjauhi Zanna secara diam-diam, meskipun hanya Vio yang tau.Namun, pada akhirnya Nandra menceritakan separuh dari apa yang
dikatakan Dava kepada Zanna.Konflik mulai muncul.Zanna merasa ada hal yang aneh,
diantara mereka.Ia mulai tak menyukai sikap Nandra.Curhat hanya pada Vio dan
Dira.Perpecahan dimulai hanya dari saling menutupi.
***
Banyak gosip yang lalu-lalang
disekolah.Tentang Nandra dan Dava.Bahkan detail hingga Zanna,Dira dan Vio
terlibat.Tentu saja tidak natural semua gosip murahan anak SMP beredar.Pengadu
domba sedang mengintai.Zanna mendengar apa yang sedang berlalu lalang.Perlahan ia
menjaga jarak pada Nandra demi keutuhan hubungan Nandra dan Dava.Vio dan Dira
tak bisa berbuat banyak.Mereka sudah menasehati Nandra dan Zanna.Nandra tak pernah
egois.Dia tegar dan lebih memilih Zanna.Tapi Zanna terlanjur mengalah.Zanna mulai
membenci Dava.Hingga masalah ia harus menjauhi Zanna agar tak tertular acara
hardcore dan sejenisnya memuncak. Jejaring sosial menjadi saksi bisu yang
sempat membuat perang dingin dengan berbagai kata frontal didalamnya.
“Ya,begini kamu Nan, ngeyelan.Sikap
mu berubah” komentar yang halus tapi mengena dari Dava.
“Berubah gara-gara temenmu”
lanjutnya.
“Temenku yang mana va?” Nandra
menjawab dengan polos layaknya anak SD
“temenmu siapa lagi kalo bukan DELIZA ZANNAS?” komentar terakhir yang frontal meskipun tak di mention.
Awalnya semua baik-baik saja.Zanna
tak pernah tau hal itu.Tapi akhirnya Vio memberi tahu tanpa sengaja.”Kamu
marah sama Nandra, Za?” tanyanya polos.
“Biasa” cukup datar.”Loh, kamu
enggak baca di fb?” Vio fikir Zanna sudah tahu apa yang terjadi.Ternyata Dea
tak mengerti apa-apa.”Nandra ngomong apa?, Dava apa Nandra? Aku semalem enggak
buka Fb.” Jawabnya bertubi-tubi.Vio gelagapan.Ia lihat lagi di
Facebook.Komentar itu sudah dihapus sejak 24 jam yang lalu.”Aku lupa de.Di
facebook udah dihapus.” Jawab Vio penuh ketakutan.Mereka berdebat di jalan
menuju tempat futsal di daerah kota.Dan akhirnya Vio mengalah untuk
memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.Tapi ia memanipulasi sedikit agar tak
semakin membuat runyam.”Kamu tenang aja, Nandra lebih milih kamu dibanding
Dava”
***
Tak saling menyapa dalam satu
kelas,tak pernah berkumpul bersama.Sekalipun Nandra meminta maaf berkali-kali
bahkan sampai hubungannya dan Dava berakhir.”Za,aku minta maaf.Maafin
Dava.Aku udah putus.Please za maafin aku” Nandra memohon dengan fakta
sebenarnya.”Iya,udah aku maafin” Zanna menjawab datar.Terlihat jelas ia memaafkan
tapi tak tulus.Dira hanya bisa memohon agar mereka kembali seperti dulu.Tanpa
Masalah.Pertemanan mereka terus berlangsung.Nandra dan Zanna terlihat baik-baik
saja meski sedikit berbeda.Tetapi,entah bagaimana tekanan batin mereka.Dira
masih baik-baik saja dengan Rafa pacarnya yang tempramental.Vio dengan kegirangannya
meskipun sebenarnya pahit setelah putus 2 bulan sebelum anniv dengan Abram. Nandra
sempat frustasi 2 bulan menjelang UN karena dia masih memiliki rasa yang amat
besar terhadap Dava.Zanna yang mulai meninggalkan acara metal,hardcorenya dan
perlahan memaafkan kesalahan Nandra dengan tulus. Menjelang Ujian Nasional
mereka memiliki harapan yang sama.Lulus dengan nilai yang memuaskan.Meninggalkan
acara main-main dan rutin mengikuti bimbel bersama.Berharap semoga apa yang dicita-cita kan menjadi nyata.
***
Ujian Nasional tingkat SMP berjalan
dengan lancar.Doa dan harapan yang terus dipanjatkan setiap hari oleh seluruh
siwa kelas sembilan.Dan akhirnya jerih payah mereka terbalaskan SMPN Nusantara
lulus 100% dengan nilai memuaskan.Ekspresi campur aduk yang tak dapat
digambarkan lagi.Hanya syukur yang mereka ucapkan.Wisuda kelulusan telah
datang.Mengembalikan anak didik kembali kepada orang tuanya.Dan perpisahan yang
dipenuhi isak tangis setiap persahabatan. Setiap anak pasti memiliki tujuan
masing-masing begitupula dengan empat sekawan ini.Zanna memilih SMA Harapan di
kotanya.Nandra dan Dira yang pada akhirnya di terima lewat jalur PMDK di salah
satu sekolah terbaik.Dan Vio yang harus meninggalkan Kabupaten Kadiri, untuk
tinggal bersama Ibunya di luar kota.Ia diterima di salah satu sekolah berlabel
RSBI di kota barunya secara mudah kerena NEM yang cukup.
***
Hari perpisahan telah tiba, mereka
berempat benar-benar tak percaya harus saling berjauhan dengan Vio.”Vi,tetep
jadi sahabat kita yaa.. jangan pernah lupa.Sering maen kesini.kalo ada masalah
cerita.Kita sayang kamu.Selalu” mereka berpelukan erat.Mencium pipi kanan dan
kiri meminta maaf dan berterimakasih.Vio pergi dengan berat, meninggalkan
banyak hal.Keluarga neneknya,teman-temannya,seluruh kenangan bersama Abram,
dan masa-masa SMP yang gila.Akhirnya mereka benar-benar harus berpisah dalam
jarak yang cukup jauh dan dapat dipastikan mereka akan jarang bertemu.Entah apa
yang akan terjadi di antara jarak dan waktu.Apakah masih ada kata sahabat
diantara Dira,Nandra,dan Zanna tanpa Vio? . Sesungguhnya tak ada kata sahabat
diantara mereka.Hanya saja mereka berkata “kita ini teman” tapi faktanya sikap
mereka berempat adalah layaknya sahabat.Mereka berempat tak pernah memiliki
komitmen”kita harus .....”. Komitmen mereka tertanam dalam masing-masing
jiwa.Dan hanya mereka sendiri yang akan mengubah.
0 komentar:
Posting Komentar